Perbaikan Layanan KRL Jabodetabek

Kemarin (1/7) tiket elektronik (e-ticketing) KRL Comutter Jabodetabek serentak diterapkan. Penerapan tiket ini bersamaan dengan berlakunya tarif progresif yang dikenakan kepada setiap penumpang sebesar Rp 2.000 (untuk 5 stasiun pertama) dan Rp 500 (untuk setiap tambahan 3 stasiun). Ada dua jenis e-ticketing yang dipasarkan. Pertama tiket single trip untuk sekali perjalanan, dan yang lain ialah tiket multi trip yang bisa diisi ulang. Tiket multi trip ini sangat bermanfaat bagi para penumpang yang setiap harinya menggunakan jasa komuter. Karena selain tidak perlu antri, tiket ini juga berlaku untuk ke semua stasiun di Jabodetabek. Nantinya tiket ini akan bisa diisi ulang melalaui ATM bank-bank yang telah ditunjuk.

Meski terdapat beberapa kendala di loket stasiun karena menumpuknya calon penumpang, namun dengan diberlakukannya tiket elektronik ini sudah menunjukkan adanya itikad baik pemerintah untuk memperbaiki pelayanan angkutan massal tersebut. Sebelumnya PT KAI Commutter juga telah melakukan perbaikan layanan dengan menambah jumlah jam keberangkatan, pengadaan gerbong khusus wanita, serta kursi prioritas untuk manula dan ibu hamil. Kita boleh berbangga, bahwa kini pelayanan angkutan massal di Jakarta sudah banyak mengalami perubahan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Budaya Indonesia

Dikukuhkannya angklung sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, menjadi catatan emas bagi perkembangan kebudayaan Indonesia.
Setelah sebelumnya, ramai-ramai budaya kita di klaim oleh Malaysia sebagai produksi asli negara tersebut.

Muncaknya rasa kesadaran kita akan berbudaya tinggi, mulai menjangkiti segenap warga negara Indonesia.
Di antara sosok yang bergerilya memperkenalkan budaya tanah air adalah William Wongso.
William memperkenalkan rendang sebagai masakan khas Indonesia, dengan mendatangi beberapa pameran-pameran kuliner internasional.

Selain rendang, warisan kuliner Indonesia yang cukup terkenal adalah pempek.
Kudapan khas masyarakat Palembang ini, dipercaya sebagai salah satu makanan Indonesia bergizi tinggi.
Indonesia memang negara dengan kekayaan kuliner melimpah ruah.
Hampir setiap wilayah atau propinsi, memiliki makanan khasnya tersendiri.
Getuk, urap, tempe, gado-gado, gudeg, amping dadih, bajigur, tahu gejrot, adalah segelintir makanan khas asli Indonesia. Baca lebih lanjut

Blackberry vs Nokia

Saat Blackberry (BB) diluncurkan beberapa tahun lalu, Nokia bak kebakaran jenggot.
Bagaimana tidak, sejak kehadiran BB di pasaran, penjualan Nokia melorot drastis.
Nokia yang dalam satu dasawarsa terakhir merajai pangsa pasar ponsel Indonesia, dinilai salah menerapkan strategi marketing.

Kita tahu setiap empat bulan sekali, Nokia merilis produk-produk terbarunya.
Setiap keluaran teranyar, ada saja aplikasi-aplikasi baru yang ditawarkannya.
Sebut saja dari Nokia sejuta umat, yang cuma bisa menelepon dan ber-SMS ria.
Hingga Nokia music edition yang menghebohkan itu. Baca lebih lanjut

Bahasa Campur-campur

Setelah letusan dahsyat Merapi 2010 terjadi, hampir seluruh media cetak nasional menerbitkan headline dengan judul Erupsi Merapi.
Begitu pula pasca tragedi banjir Wasior di Papua, semua media menyatakan banjir tersebut disebabkan oleh hujan ekstrem.
Kalimat erupsi dan ekstrem, merupakan kata-kata serapan yang diambil dari Bahasa Inggris.
Latahnya bangsa kita, terutama media-media massa nasional mengindonesiakan segala bahasa asing, patut dipertanyakan.
Apakah tak ada lagi kata-kata tersebut padanannya dalam Bahasa Indonesia?

Ketika sekolah dulu, saya hanya mengenal kalimat “letusan” gunung berapi, bukan “erupsi” gunung berapi.
Sama pula halnya dengan penggunaan kata “ekstrem” untuk hujan, kita telah lama memadankan “lebat” untuk kata tersebut.
Sehingga ketika pelajaran mengarang dulu, kita sering menggunakan frasa : hujan lebat, angin kencang, atau panas terik, bukan hujan ekstrim dan sebagainya. Baca lebih lanjut

Apartemen dan Kalangan Jetzet Ibu Kota

Pergeseran gaya hidup dari berumah di pinggir kota ke kawasan perkotaan, menjadi tren masyarakat Jakarta di awal abad ke-21 ini.
Sebagian pengembang kakap seperti Agung Podomoro, Duta Anggada, dan Summarecon, memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan bisnisnya.
Untuk memaksimalkan keuntungan, banyak apartemen yang ditawarkan menyasar kalangan atas.

Sebut saja misalnya Pakubuwono Residence, salah satu apartemen yang berlokasi premium.
Penthouse apartemen ini ditawarkan pada kisaran harga Rp 18-20 miliar.
Ini seharga rata-rata landhouse di kawasan elit Menteng.
Da Vinci, apartemen mewah yang terletak di Jalan Sudirman Jakarta Pusat, tak kalah mahalnya.
Untuk ukuran 453 m2, Penthouse Da Vinci dijual dengan harga Rp 10 miliar.
Menurut pengakuan pihak developer, penjualan apartemen seharga itu tidaklah terlampau sulit.
Mengingat besarnya minat kalangan jetzet untuk tinggal di tengah kota. Baca lebih lanjut

Para Filantrop

Semakin banyak orang kaya menyisihkan sebagian hartanya untuk berderma. Bahkan aktivitas filantropi telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Kepedulian mereka, bagaikan sebuah oase di tengah-tengah ketakmampuan negara mengelola kaum papa.

Sebut saja orang-orang kaya dunia, seperti Bill Gates, Warren Buffet, dan George Soros.
Para miliarder ini merupakan orang-orang yang tak pernah berhenti untuk membantu para sesama.
Dalam proyek-proyek dan organisasi nirlaba, mereka mengangkat harkat dan martabat orang-orang tak berpunya.
Soros, yang terinspirasi dari gagasan Karl Popper, mengembangkan sebuah masyarakat yang terbuka dengan perubahan.
Open society, begitu proyek itu disebut, menginginkan berkembangnya demokrasi di suatu negara yang otoriter. Baca lebih lanjut

Pembatasan BBM Bersubsidi

Rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM bersubsidi, hingga saat ini masih menimbulkan pro dan kontra.
Dalam draft usulannya, dinyatakan bahwa mobil-mobil pribadi ber-plat hitam dilarang menggunakan premium dan solar.
Bahan bakar bersubsidi itu, hanya diperuntukkan bagi angkutan umum, nelayan, dan sepeda motor.

Keharusan mobil-mobil ber-plat hitam mengkonsumsi BBM beroktan tinggi, tak hanya akan menggairahkan penjualan SPBU-SPBU asing yang selama ini terlihat sepi.
Namun juga berakibat pada menjamurnya pedagang-pedagang BBM ilegal.
Mereka beroperasi, dengan memanfaatkan selisih harga yang terpaut jauh antara BBM bersubsidi dan non-subsidi.
Jika saat ini harga satu liter pertamax dikisaran Rp 6.500, dan premium pada harga Rp 4.500, maka ada selisih Rp 2.000 yang menjadi celah keuntungan bagi mereka.
Konsumen mereka bisa dipastikan bejibun, mengingat tak semua pengendara mobil pribadi berkantong tebal. Baca lebih lanjut